Produk Unggulan Sandal Pacak: Potensi Desa Tanjung di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan

Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, merupakan salah satu daerah yang kaya akan keindahan alam dan wari...

Tampilkan postingan dengan label Posting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2023

Produk Unggulan Sandal Pacak: Potensi Desa Tanjung di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan

Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, merupakan salah satu daerah yang kaya akan keindahan alam dan warisan budaya. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi dalam sektor industri kreatif dengan produk unggulan sandal pacak yang telah mendapatkan pengakuan di tingkat lokal maupun regional. Sandal pacak dari Desa Tanjung memiliki keunikan dan keunggulan yang membuatnya diminati oleh masyarakat di dalam dan luar daerah.

Sandal pacak adalah jenis sandal tradisional yang terbuat dari bahan alami seperti kayu dan kulit. Sandal ini memiliki desain yang khas dengan tali pengikat yang melilit di bagian atas kaki, memberikan kenyamanan dan kekokohan saat digunakan. Proses pembuatan sandal pacak melibatkan keahlian tangan yang terampil dan pemilihan bahan-bahan berkualitas tinggi, menjadikannya produk yang berkualitas dan tahan lama.

Keunggulan sandal pacak dari Desa Tanjung terletak pada kombinasi desain tradisional dan sentuhan modern yang mengikuti perkembangan tren fashion. Para pengrajin sandal pacak di desa ini terus mengembangkan desain baru dengan menggabungkan motif tradisional dengan warna-warna yang cerah dan gaya yang lebih modern. Hal ini membuat sandal pacak dari Desa Tanjung memiliki daya tarik yang kuat bagi semua kalangan, baik tua maupun muda.

 

Selain desainnya yang menarik, sandal pacak dari Desa Tanjung juga dikenal karena kualitasnya yang tinggi. Bahan-bahan yang digunakan dipilih dengan teliti, seperti kayu yang kuat dan tahan lama serta kulit berkualitas tinggi. Proses pembuatan sandal pacak dilakukan secara handmade dengan penuh keahlian dan ketelitian, menghasilkan produk yang berkualitas dan tahan lama. Ketahanan sandal pacak ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.

 

Pasar sandal pacak dari Desa Tanjung tidak hanya terbatas pada tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar regional dan bahkan nasional. Sandal pacak ini telah dikenal oleh banyak orang di daerah sekitar dan bahkan telah menjadi salah satu oleh-oleh khas yang dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pamekasan. Ini membuka peluang yang besar bagi pengrajin sandal pacak di Desa Tanjung untuk meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran.

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu memberikan dukungan dan perhatian lebih pada industri sandal pacak di Desa Tanjung. Pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi para pengrajin sandal pacak, serta penyediaan infrastruktur yang memadai untuk meningkatkan kualitas produksi dan akses pasar, merupakan langkah penting untuk memajukan sektor ini.

Di sisi lain, promosi dan pemasaran sandal pacak dari Desa Tanjung juga perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah dapat berperan dalam mempromosikan produk ini melalui acara-acara seni, budaya, dan pariwisata, serta melibatkan pengrajin sandal pacak dalam pameran dan festival di tingkat lokal maupun nasional.

Produk unggulan sandal pacak dari Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, adalah contoh nyata potensi dan kekayaan kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat desa. Dengan dukungan yang tepat dari berbagai pihak, industri sandal pacak ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, produk ini juga menjadi salah satu identitas dan kebanggaan bagi Desa Tanjung dalam melestarikan warisan budaya dan seni tradisional.

Produk Unggulan Lorjuk: Potensi Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan


Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, memiliki potensi yang kaya dalam bidang pertanian dan perikanan. Salah satu produk unggulan yang menonjol dari desa ini adalah lorjuk. Lorjuk merupakan makanan tradisional khas Madura yang terbuat dari olahan ikan.

Lorjuk di Desa Tanjung dikenal dengan cita rasa yang khas dan menjadi favorit masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung. Proses pembuatan lorjuk dimulai dengan pemilihan ikan segar, seperti ikan tongkol, layang, atau tenggiri yang diolah dengan teknik khusus. Ikan diolah secara tradisional dengan menggunakan bumbu-bumbu alami, seperti garam, bawang putih, merica, dan rempah-rempah lainnya. Setelah itu, ikan dijemur di bawah sinar matahari atau dianginkan hingga kering.

Keunikan lorjuk terletak pada teksturnya yang renyah dan cita rasanya yang gurih. Lorjuk bisa disajikan sebagai lauk-pauk, camilan, atau sebagai pendamping nasi. Selain itu, lorjuk juga memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas yang tahan lama.

Produk lorjuk dari Desa Tanjung tidak hanya diminati secara lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan yang datang ke Kabupaten Pamekasan. Pemasaran lorjuk sudah meluas tidak hanya di daerah sekitar, tetapi juga ke kota-kota besar di Madura dan bahkan di luar pulau.

Peningkatan produksi dan pemasaran lorjuk menjadi salah satu fokus utama di Desa Tanjung. Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing lorjuk, beberapa langkah strategis telah diambil oleh pemerintah desa, kelompok pengrajin lorjuk, serta pihak terkait lainnya.

 

Salah satu langkah yang diambil adalah pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin lorjuk dalam hal pengolahan, kemasan, dan pemasaran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk lorjuk dan memperluas jangkauan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kerja sama dengan toko-toko atau warung di daerah sekitar.

 

Selain itu, pemerintah desa juga berupaya untuk memperkuat branding dan promosi lorjuk sebagai produk unggulan Desa Tanjung. Melalui pameran-pameran, festival kuliner, dan platform media sosial, produk lorjuk diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik dalam maupun luar daerah. Ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan minat konsumen terhadap lorjuk Desa Tanjung.

Pemerintah daerah juga mendukung pengembangan lorjuk sebagai produk unggulan dengan menyediakan infrastruktur yang memadai, seperti pembangunan pusat produksi dan pengepakan lorjuk, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, promosi wisata kuliner juga dilakukan untuk mengundang wisatawan untuk mencicipi lorjuk dan mengenal budaya serta potensi pariwisata di Desa Tanjung.

Dengan upaya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, kelompok pengrajin, dan masyarakat setempat, diharapkan lorjuk dari Desa Tanjung dapat terus berkembang dan menjadi produk unggulan yang terkenal tidak hanya di Madura, tetapi juga di tingkat nasional maupun internasional.

Produk lorjuk tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Tanjung, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya dan sumber daya alam yang dimiliki oleh daerah ini. Dengan mempertahankan tradisi pembuatan lorjuk yang telah diwariskan secara turun temurun, Desa Tanjung mampu mempertahankan keaslian produknya dan memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan bagi para pecinta makanan tradisional.

Potensi Garam di Desa Tanjung: Kekayaan Alam yang Membanggakan di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan


 

Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, memiliki kekayaan alam yang membanggakan, yaitu garam. Garam adalah salah satu bahan pokok yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki peran yang tak tergantikan dalam berbagai sektor, seperti industri makanan, industri kimia, dan sektor kesehatan. Desa Tanjung, dengan sumber daya alamnya yang melimpah, telah menjadi sentra produksi garam yang dikenal secara luas di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Potensi garam di Desa Tanjung berasal dari keberadaan lahan-lahan garam yang luas dan kondisi alam yang mendukung. Keberadaan lahan garam di desa ini menjadikan penduduknya memiliki mata pencaharian utama sebagai petani garam. Proses produksi garam di desa ini telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Proses produksi garam di Desa Tanjung dimulai dengan pengambilan air laut ke dalam bak-bak yang berada di lahan garam. Air laut ini kemudian dijemur dengan menggunakan sinar matahari hingga airnya menguap dan meninggalkan kristal garam. Selanjutnya, kristal garam dikumpulkan dan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan garam kualitas tinggi yang siap untuk dijual.

Keunggulan garam produksi Desa Tanjung terletak pada kualitasnya yang baik dan cita rasanya yang khas. Garam yang dihasilkan memiliki kandungan mineral alami yang melimpah, sehingga memberikan rasa yang lezat dan bernutrisi. Garam dari Desa Tanjung juga terkenal karena bebas dari bahan pengawet dan bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Potensi garam di Desa Tanjung tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga berdampak positif pada pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Pamekasan. Wisatawan yang datang ke desa ini memiliki kesempatan untuk melihat langsung proses produksi garam yang unik dan mengalami keindahan alam yang mempesona.

Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, industri garam di Desa Tanjung juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah pengaruh perubahan iklim yang dapat mempengaruhi ketersediaan air laut dan memengaruhi hasil produksi garam. Selain itu, perkembangan teknologi dan persaingan global juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar produk garam Desa Tanjung tetap kompetitif di pasaran. 

Untuk menjaga keberlanjutan industri garam di Desa Tanjung, penting bagi pemerintah setempat untuk memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan dan pengembangan teknologi produksi yang lebih efisien. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan lembaga penelitian juga dapat membantu meningkatkan kualitas dan inovasi dalam produksi garam. Selain itu, penting juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, seperti menjaga kebersihan dan kualitas lahan garam serta menjaga keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Dengan potensi garam yang dimiliki Desa Tanjung, diharapkan bahwa keberadaannya akan terus memberikan manfaat ekonomi dan membawa kemajuan bagi masyarakat setempat. Dengan mengelola potensi ini dengan baik dan menjaga keberlanjutannya, Desa Tanjung akan terus menjadi stafel produksi garam yang menghasilkan produk berkualitas tinggi yang diakui dan dihargai di tingkat lokal maupun nasional.

Mengungkap Potensi Tembakau Desa Tanjung: Menelusuri Warisan Pertanian di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan

Desa Tanjung, yang terletak di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, memiliki warisan pertanian yang khas. Salah satu komoditas unggulan yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat adalah tembakau. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi potensi tembakau di Desa Tanjung dan bagaimana komoditas ini terus memainkan peran penting dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat lokal.

Tembakau telah lama menjadi salah satu tanaman utama yang dibudidayakan di desa ini. Tradisi menanam tembakau di Desa Tanjung telah dilakukan secara turun temurun dan menjadi salah satu mata pencaharian utama bagi penduduk setempat. Faktor iklim yang mendukung dan keahlian petani setempat dalam mengolah tanaman tembakau membuat hasil panen menjadi sangat baik.

Kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani Desa Tanjung terkenal di daerah sekitar dan telah mendapatkan pengakuan di pasar regional. Tembakau dari desa ini memiliki aroma yang khas, rasa yang lembut, dan tekstur yang baik, menjadikannya pilihan yang populer di antara para pemakai tembakau. Beberapa varietas tembakau yang biasa dibudidayakan di Desa Tanjung antara lain Virginia, Burley, dan tembakau lokal yang memiliki karakteristik unik.

Selain sebagai sumber penghasilan bagi petani, tembakau juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi Desa Tanjung. Budidaya tembakau memberikan lapangan kerja kepada penduduk setempat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Banyak pekerjaan terkait tembakau yang tersedia, seperti pemilihan, pengolahan, dan pengemasan tembakau, yang melibatkan sejumlah tenaga kerja lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat dan lembaga terkait telah menyadari potensi dan pentingnya tembakau bagi perekonomian Desa Tanjung. Upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas tembakau yang dihasilkan, termasuk melalui program pelatihan dan pendampingan teknis bagi petani. Selain itu, inisiatif pengembangan pasar dan promosi produk tembakau lokal juga telah dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar.

Namun, seperti halnya dengan komoditas pertanian lainnya, budidaya tembakau juga memiliki tantangan tersendiri. Perubahan iklim, fluktuasi harga, dan perubahan kebijakan terkait tembakau dapat mempengaruhi produksi dan pendapatan petani. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk terus memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, pemantauan, dan pengembangan kegiatan diversifikasi pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.

Di samping itu, perlu juga diperhatikan aspek sosial dan lingkungan terkait dengan budidaya tembakau. Edukasi mengenai penggunaan pestisida yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah pertanian, dan praktik pertanian berkelanjutan perlu ditingkatkan guna memastikan bahwa budidaya tembakau tetap berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Tembakau di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, merupakan aset berharga yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dengan baik. Melalui dukungan pemerintah, lembaga terkait, dan kesadaran masyarakat, diharapkan tembakau dapat terus menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi petani setempat. Dalam mengembangkan sektor ini, penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan agar Desa Tanjung dapat tetap berkembang dan masyarakatnya dapat merasakan manfaat yang adil dari potensi tembakau yang dimiliki.

Rabu, 08 Januari 2020

Profil Desa

Sejarah Desa



Peta Desa Tanjung


ASAL DAN ARTI NAMA DESA

Desa Tanjung adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Pandemawu Kabupaten Pamekasan Pulau Madura. Tanjung sendiri berasal dari nama sebutan untuk daratan yang menjorok ke laut yang ketiga sisinya dikelilingi oleh laut, dimana lokasinya terletak di Dusun Jumiang dengan garis pantai sepanjang +/- 1 Km. Konon menurut ceritan bahwasanya tempat tersebut merupakan tempat bersemedinya Pangeran Adirasa, yang tepatnya terletak di atas pohon Ilalang.

AWAL PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN DESA

Pada mulanya pembentukan Desa tidak terlepas dari ketentuan adat sehingga masyarakat pada waktu itu mengatur kehidupan bermasyarakat dengan hukum adat yang disepakati bersama sesuai dengan kondisi lingkungannya. Seiring denga perkembangan jaman maka Desa dibentuk melalui musyawarah mufakat untuk membentuk suatu sistem kesatuan huku guna mengatur kehidupan masyarakat diwilayah Desa Tanjung dengan dipilih oleh Kepala Desa serta dibantu oleh aparatur Desa seperti Kepala Dusun, KUR, Dan KASI. Pemerintah desa awal kali diperkirakan terbentuk pada tahun 1972. Tujuan pembentukan pemerintahan Desa ialah untuk mengatur tatanan sistem kehidupan bermasyarakat secara mengikat dengan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, sebgai proses demokrasi untuk memberikan kebebasan bagi seluruh masyarakat untuk memilih pemimpin di Desa secara langsung.

Batas Desa

·         Timur: Selat Madura

·         Barat: Desa Pademawu Timur

·         Utara: Desa Pademawu Timur

·         Selatan: Desa Padelegan

Pembagian Wilayah Desa

·         Dusun Kotasek

·         Dusun Jumiang

·         Dusun Duko

·         Dusun Sumber Wulan

·         Dusun Arombasan

·         Dusun Jambul

·         Dusun Tanjung Selatan

·         Dusun Tanjung Tengah

·         Dusun Tanjung Utara

Sosial Ekonomi

aktivitas mata pencaharian masyarakat Desa TanjungKecamatan PademawuKabupaten Pamekasan yang letek geografisnya berada di daerah pesisir yaitu rata-rata sumber perekonomian masyarakatnya adalah sektor agrari, kelautan, dan wirausaha. Sektor agraris atau pertanian biasanya menjadi sektor dominan namun bisa juga dikatakan sektor sampingan. Alasannya adalah masyarakat cenderung melakukan aktivitas kerja yang langsung mendapatkan incame, sedangkan pertanian harus menunggu lama untuk dapat menghasilkan incame. Sektor pertanian yang menjadi cadangan perekonomian masyarakat juga merupakan saham terbesar yang mendapatkan penghasilan terbesar di waktu-waktu tertentu dan juga hal ini menjadi suatu penyegaran ekonomi masyarakat. Sektor kelautan merupakan sumber mata pencaharian yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat pesisir, khususnya di Desa Tanjung. Sektor kelautan di Desa Tanjung aktivitas mata pencahariannya adalah sebagai nelayan yang merupakan saham terbesar kedua setelah agraris, dan petani rumput laut. Sektor kewirausahaan, sektor yang terpusat namun diruang lingkup yang terbilang kecil. Sektor ini yang menjadi titik temu sektor agraris dan sektor kelautan. Pusat dari sektor kewirausahaan terpusat di kampong sebelah yang menjadi tempat berputarnya rupiah setiap harinya. Sektor sampingan lainnya adalah sektor ternak yang merupakan sektor kecil. Kebanyakan masyarakat Desa Tanjung memelihari hewan ternak berupa unggas dan mamalia, contohnya ayam, kambing, dan sapi.

·         Pertanian Rumput Laut



Desa tanjung merupakan salah satu dari 6 desa di kecamatan pademawu yang memiliki potensi budidaya laut. Kondisi perairannya relatif tenang, dan masih bebas dari pencemaran serta bukan merupakan wilayah perairan yang dilalui kapal nelayan jadi sangat cocok untuk dilakukan usaha budidaya laut seperti budidaya rumput sebenarnya sudah sejak tahun 2008 dilakukan oleh para nelayan sebagai mata pencaharian alternatif. Saat ini jumlah pembudidaya rumput laut di desa tanjung sebanyak 227 orang dengan produksi rumput laut mencapai 210,5 ton (rumput laut kering) Potensi lahan budidaya laut di desa tanjung sebesar 3.400,5 Ha, namun baru dikelola seluas 5,82 Ha saja. Jika potensi lahan yang ada dimanfaatkan secara optimal maka potensi produksi rumput laut diprediksi bisa mencapai 50.000 kg (rumput laut kering). Usaha budidaya rumput sangat diminati oleh masyarakat pesisir di desa tanjung hingga sekarang, karena teknik budidayanya mudah, masa budidaya relatif singkat dan banyak menyerap tenaga kerja terutama ibu-ibu pada saat pengikatan bibit dan panen, oleh karena itu usaha dan budidaya rumput laut didesa tanjung bisa dikatakan menjadi salah satu penggerak ekonomi desa.


·         Padi
Mata pencaharian masyarakat desa tanjung adalah sebagai petani salah satunya petani padi. Kondisi ini menempatkan komoditas padi sebagai salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat desa tanjung dimana luas lahan padi di desa tanjung memiliki luas tanah yang bisa dikatakan sangat luas. Lahan pertanian yang ada di wilayah desa tanjung adalah lahan yang dimiliki oleh penduduk desa tanjung itu sendiri disamping sebagian kecil yang dimilki oleh warga desa sekitar. Pengolahan lahan menggunakan bantuan hewan seperti sapi ataupun mesin yaitu menggunakan traktor. Penanaman padi dilakukan 2 kali selama setahun. Pemasaran untuk hasil padi dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk padi. Kendala dalam penanaman padi yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan menanam kembali benih.

·         Jagung
di Desa Tanjung Jagung merupakan komoditas tanaman yang ditanam dengan jumlah kadar air sedikit atau ditanam pada saat musim kemarau. Dengan didukung luas lahan di Desa Tanjung yang luas proses penanaman dilakukan 1 kali tanam dalam setahun. Dengan didukung luas lahan yang luas di Desa Tanjung ini, memberikan tambahan hasil pertanian yang akan mendukung perekonmian masyarakat setempat. Kendala yang dialami petani jagung sama seperti petani padi yaitu terserang hama. Solusinya dengan penanaman kembali.

·         Tembakau
Wilayah Desa Tanjung terdiri atas wilayah pesisir pantai dan dataran rendah yang sebagian besar adalah tanah atau ladang petanian dengan padi, jagung dan tembakau sebagai komoditas andalan Desa Tanjung sampai sekarang. Untuk penanaman tembakau dari Desa Tanjung secara kuantintas terbilang besar sampai sekarangpun tembakau menjadi pilihan utama dalam sektor ekonomi masyarakat Desa Tanjung. Dalam proses penanamannya dilakukan 1x dalam satu musim (tahun). Pemasaran untuk hasil tembakau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk tembakau. Kendala dalam penanaman tembakau yaitu terserang hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk pestisida dengan cara menyemprot daunnya.

·         Kacang Hijau
di Desa Tanjung Kacang hijau merupakan salah satu sumber kekayaan perekonomian masyarakat desa tanjung yang sejatinya dalam hal sektor pertanian tembakau dan garam merupakan perekonomian yang utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam hal lain kacang hijau hanya menunggu musim yang memang cocok dalam penanamannya, proses penanaman kacang hijau dilakukan 1 kali dalam satu musim yaitu pada saat musim kemarau. Pemasaran untuk hasil kacang hijau dilakukan kepada tengkulak atau ada yang mengambil barangnya dan hasil panen untuk kacang hijau itu sendiri. Kendala dalam penanaman kacang hijau yaitu hama. Solusi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan memberikan pupuk atau penyemprotan cairan pestisida.

·         Garam

Menjadi petani garam adalah suatu anugerah yang di dapat oleh masyarakat desa tanjung. Dengan di dukung letak geografis yang strategis yang mana desa tanjung terletak dalam dua wilayah yang salah satunya yaitu wilayah yang berdekatan dengan pesisir atau bibir pantai. Dalam hal ini masyarakat desa tanjung memanfaatkan lahannya untuk dikelola menjadi lahan yang mendukung perekonomian atau pendapatan masyarakat sekitar menjadikan lahan tersebut menjadi ladang garam. Garam merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat desa tanjung. Dalam proses pembuatan garam dibutuhkan sebidang atau tanah yang luas. Dimana volume air laut yang dibutuhkan hampir setara dengan tinggi garis bidang lahan. Dalam proses pembuatan garam dilakukan 2 minggu lamanya untuk menunggu air laut menjadi kristal atau butiran garam. Proses panen garam bisa didapatkan selama 1 bulan dua kali. Pemasaran untuk hasil garam biasanya dilakukan oleh tengkulak atau ada yang mengambil barangnya hasil garam itu sendiri. Kendala dalam proses pembuatan garam yaitu tergantung pada musim. Pada saat musim hujan hasil garam akan menurun disebabkan air laut tercampur dengan air hujan yang mengakibatkan dalam pengkristalan garamnya itu sendiri tergolong lama karena tanah selalu basah dan jarang tersinari matahari. Solusi bagi para petani yaitu mengatasi hal tersebut dengan metode atap rumah ( rumah prisma) dengan demikian pembuatan garam tidak tergantung pada musim, sehingga bisa terus memproduksikan garam walaupun itu musim penghujan.

Wisata

·         Pantai Jumiang


Desa Tanjung salah satu daerah yang menyimpan potensi alam yang menakjubkan. Desa Tanjung memiliki tempat wisata yang sudah dikenal bahkan oleh masyarakat dari luar Madura. Terdapat dua wisata yang ada di Desa Tanjung tepatnya yang ada di Dusun Jumiang yaitu pantai Jumiang dan wisata religi bukit Jumiang. Pantai Jumiang menyuguhkan pemandangan yang indah kepada para wisatawan. Moment sunset bisa dilihat dari pantai Jumiang, begitupula dari bukit jumiang. Moment sunset inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata yang ada di Desa Tanjung, Dusun Jumiang.
Di pantai Jumiang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Jumiang sebagai lahan untuk menanam rumput laut, yang juga menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Tanjung. Pantai tersebut juga ramai dikunjungi setiap sore oleh pemuda-pemuda desa dijadikan sebagai tempat bermain bola dipinggir pantai.
Wisata religi bukit Jumiang terdapat makam Buju’ Adirasa yang merupakan sesepuh dari masyarakat Desa Tanjung. Banyak masyarakat yang datang untuk berziarah ke makam Buju’ Adirasa bahkan ada yang dari luar pulau Madura. Wisata di bukit Jumiang tidak hanya sebagai wisata religi tetapi juga menjadi tempat rekreasi keluarga di akhir pekan. Sebagai tempat piknik keluarga atau sekadar tempat refresing dengan menikmati jajanan yang dijual oleh para pedagang kaki lima di bukit Jumiang.

Kegiatan Desa

Pelatihan UMKM


Pada tanggal 21 – 12 -2019 Perangkat desa Tanjung mengadakan Pelatihan UMKM yang diadakan di Balai Desa tanjung. Dimana acara tersebut dihadiri oleh 15 orang yang telah memiliki usaha sendiri. Mereka diberi arahan bagaimana meningkatkan usaha mereka melalaui beberapa hal.
Kegiatan ini dimulai pagi hari dan dibuka oleh bapak kepala desa sendiri dan juga mengundang beberapa pemateri mulai dari ketua UMKM se pamekasan dan dosen dari Universitas Trunojoyo dan Universitas Madura
Beberapa materi yang diberikan salah satunya yaitu cara memanfaatkan media online untuk promosi. Karena di zaman digital sekarang, jika kita bisa memanfaatkan media untuk promosi produk UMKM yang ada maka hal itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Cara pengelolaan keungan yang baik juga menjadi perhatian dari pemateri, karena biasanya bagi pelaku usaha UMKM mereka tidak memisahkan uang untuk modal dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari sehingga sangat sulit untuk mendeteksi keuntungan atau kerugian yang dialami.
Kegiatan ini ditutup dengan pendataan kebutuhan untuk usaha pelaku UMKM yang dimana mereka akan diberi bantuan berupa barang atau alat yang mereka butuhkan untuk melakukan kegiatan produksinya.



Lomba Futsal

Lomba futsal yang diadakan dari tanggal 22-31 desember 2019 merupakan kegiatan yang memperebutkan piala KADES, dimana lomba ini diikuti oleh 32 tim sekecamatan Pandemawu. Pertandingan dimulai sore hari dan malam hari dimana ditiap bagian waktu dilakukan 4 pertandingan sehingga dalam 1 hari ada 8 pertandingan. Lomba futsal ini diadakan di lapangan futsal yang terdapat di dekat balai desa Tanjung kecamatan pandemawu. Setiap harinya masyarakat sekitar selalu ramai untuk menonton dan mendukung tim mereka masing-masing. Acara ini digagas oleh karang taruna Desa tanjung yang bekerjasama dengan perangkat desa, kepolisian dan Mahasiswa KKN untuk membantu kelancaran acara. 



Rokat Tase'

Rokat Tase’ juga disebut Petik Laut, atau Larung Sesaji bagi masyarakat Madura, merupakan peristiwa ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut.
Demikian pula yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Tanjung Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, berlangsung hitmad pada 26 Desember 2019. Upacara ritual rokat tase’ yang sebelumnya diawali parade kesenian tradisi masyarakat setempat, dimulai arakan sesaji yang akan dilarung ke laut serta pertunjukan ludruk (ketoprak) dengan mengambil cerita sekitar sejarah terjadinya rokat tase’. Peristiwa rokat tase’. Ujar Zabur selaku Kepala Desa Tanjung bahwa rokat tase’ telah berlangsung dari generasi ke generasi para pendahulu mereka, konon menurut Zabur, salah seorang pelaku rokat tase’ pada jaman dahulu katanya ada seorang kesohor dengan pembantunya ketika menjala ikan di laut (setelah sekian lama tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan) tiba-tiba mendapatkan ikan besa. Namun, ketika ikan itu diraihnya ikan tersebut malah berbicara dan meminta agar dilepaskan kembali, dan ikan itu berjanji akan menggantikan tangkapan ikan yang lebih banyak. Atas permintaan ikan tersebut, sang tokoh tentu melepaskannya. Anehnya, sambung Muhammad, “pada tangkan ikat selanjut, dia benar-benar menghasilkan tangkapan ikan yang melimbah”. Pada saat setelah itulah, secara rutin, setiap tahun, yang biasanya dilakukan bulan pertama, dia dan masyarakat nelayan setempat melakukan rokat, yaitu selamatan memberi sekedah ke laut.
Dan selama melakukan rokatan itu, kehidupan nelayan setempat menjadi makmur. Meski demikian katanya mitos yang dibangun dari cerita tersebut dilakukan sebagai bentuk tradisi memungkinkan masyarakat nelayan menjadi lebih bergirah ketika sedang melaut. Mengingat masyarakat Desa Tanjung menganut Islam yang taat dalam prosesi rokat tase', mereka melibatkan para ulama dan kyai untuk menyambung doa. Maka menjelang pelepasan (larung) sesaji ke laut dilakukan doa bersama yang diawali dengan sholawatan dan tahlilan dengan harapan doa-doa tersebut mengantar para nelayan mendapat hasil yang melimpah.

Penyuluhan Narkoba

Penyuluhan Narkoba yang di adakan desa Tanjung atas kemauan bapak kepala desa yaitu bapak Zabur yang mana berkolaborasi dengan kepolisian setempat sehingga pemuda-pemuda desa Tanjung paham akan bahaya Narkoba dan sehingga para pemuda desa Tanjung tidak menggunakan Narkoba. suatu kebanggaan bagi desa Tanjung memiliki kepala desa yang sangat peduli kepada warganya terutama pemuda-pemuda desa yang mana akan menjadi penerus generasi desa Tanjung sendiri. Pada acara penyuluhan itu dilaksanakan pada senin 6 Januari 2020 di Balai desa Tanjung. Pada pelatihan ini para pemuda desa yang mengikuti acara penyuluhan tersebut mendapatkan kaos yang seragam sehingga menjadi motifasi bagi para pemuda desa juga untuk ikut serta dalam acara penyuluhan tersebut. Pihak kepolisian menghimbau para pemuda desa untuk menjauhi Narkoba dengan memberi tahu jenis-jenis narkoba, efek dari penggunaannya, dan juga kedepannya pemuda itu akan menjadi apa jika mengkonsumsi Narkoba. Pihak kepolisian juga menghimbau pemuda desa untuk menyadarkan jika semisal para pemuda desa mempunyai teman yang sudah menggunakan Narkoba supaya para pemuda bukan hanya dari desa Tanjung saja yang sadar akan bahaya Narkoba.

Produk Unggulan Desa


Nugget Rumput Laut



Gambar 1. Nugget Rumput Laut
Desa Tanjung memiliki potensi yaitu rumput laut. Selama ini, rumput laut belum dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Desa Tanjung sebagai sebuah produk, padahal komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai olahan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satunya yaitu olahan frozen food seperti nugget rumput laut. Dengan adanya diversifikasi produk unggulan desa ini diharapkan mampu memberi peluang bagi masyarakat setempat sehingga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta pengembangan industri - industri kecil.

Tujuan Kegiatan

Pelaksanaan pelatihan pembuatan nugget rumput laut ini, bertujuan untuk :

1.   Memberikan pelatihan tentang pembuatan nugget dengan bahan dasar rumput laut
     kepada masyarakat khususnya ibu rumah tangga yang berada di desa Tanjung.

2.   Menambah jenis produk olahan yang bisa dikembangkan dengan hasil laut yang banyak
     diperoleh di desa Tanjung sehingga dapat menambah pasar penjualan.

Manfaat Kegiatan

Pelaksanaan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Tanjung berupa :

1.   Membuka peluang usaha baru yang dapat dijadikan sebuah industri rumah tangga
     sehingga menambah pendapatan warga.

2.   Memperluas pasar dagang dengan produk baru nugget yang banyak diminati masyarakat
     zaman sekarang karena dirasa praktis.


Bahan, Alat yang digunakan & Proses Pembuatan :

➲  Bahan 
  1. Rumput laut
  2. 1 buah wortel
  3. 5 siung bawan putih
  4. Bawang bombay
  5. Daun bawang
  6. 3 butir telur
  7. ¼ tepung roti
  8. 1 gelas susu putih
  9. 2 helai roti tawar
  10. ¼ tepung terigu
  11. Blue band
  12. Lada bubuk
  13. ¼ liter minyak goreng
    ➲  Alat
    1. Wajan
    2. Blender
    3. Spatula
    4. Loyang aluminium
    5. Baskom
    6. Sendok
    7. Pisau
    8. Panci
    9. Kompor
    10. Piring
    ➲  Langkah-Langkah
    1. Masukkan bawang putih, bawang bombay, rumput laut, roti tawar, dan telur ke dalam blender.
    2. Tuangkan 1 gelas susu putih ke dalam blender dan blender bahan-bahan tersebut hingga halus.
    3. Masukkan adonan yang sudah di blender ke dalam baskom dan tambahkan bahan lainnya yaitu wortel, daun bawang yang di potong kecil-kecil dan tepung terigu.
    4. Setelah semua tercampur, aduk hingga merata dan masukkan bumbu penyedap lainnya seperti lada bubuk.
    5. Masukkan adonan tersebut ke dalam loyang yang sudah diolesi blue band dan tepung terigu. Kukus selama 30 menit.
    6. Setelah matang, angkat lalu dinginkan.
    7. Potong-potong sesuai selera.
    8. Kocok telur, gulingkan nugget ke dalam telur dan selanjutnya tepung roti. Pastikan semua sisi tertutup oleh tepung roti.
    9. Masukkan nugget ke dalam wadah tertutup lalu simpan dalam lemari es supaya tepung roti menempel.
    10. Nugget dapat langsung dikemas dan dijual dalam keadaan mentah, dan dapat disajikan dengan di goreng sampai berwarna keemasan.

    Gambar Bahan Dan Hasil :



    Gambar 1. Bahan-Bahan Yang Digunakan


    Gambar 3. Proses Pengolesan Telur
    Gambar 4. Proses Pemberian 



    Gambar 5. Produk Mentah
    Gambar 6. Hasil Jadi Nugget Rumput Laut




    Teknologi Tepat Guna

    Kerambah Jaring Apung

    Gambar 1. Pembuatan Kerambah Apung
    Desa Tanjung memiliki potensi akan budidaya rumput laut. Selama ini dalam budidaya rumput laut yang dilakukan petani belum menghasilkan secara optimal. Petani rumput laut dalam teknik budidaya yang dilakukan masih menggunakan semi Long Line. Teknik tersebut masih memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah serangan hama ikan dan arus air laut. Dalam efisiensi waktu juga lebih lama, karena masih harus mengikat bibit rumput laut satu persatu pada media tanam. Inovasi dalam teknik budaya rumput laut sangat banyak, salah satunya adalah dengan sistem keramba jaring apung. Dengan adanya pengenalan inovasi keramba jaring apung diharapkan mampu meningkatkan hasil panen secara optimal.Pengenalan inovasi teknik keramba jaring apung dilaksanakan di rumah ketua kelompok mitra Jumiang pada malam hari dengan menyiapkan keramba jaring apung yang sudah dibuat sebelumnya. Pengenalan inovasi diawali dengan pembukaan oleh ketua mitra Jumiang kemudian dilanjutkan oleh kordinator desa dan yang terakhir diberikan ke pada penanggung jawab kegiatan untuk pengenalan inovasi keramba jaring apung. Peserta yang hadir dalam pengenalan inovasi ini sebanyak 23 orang. Respon dalam pengenalan ini cukup memuaskan dengan cara aktif bertanya ketika kegaiatan berlangsung.

    Gambar 2. Presentasi Kerambah Apung Kepada Petani Rumput Laut

    Gambar 3. Penanaman Rumput Laut Menggunakan Metode Kerambah Apung

    Gambar 4. Penanaman Rumput Laut